APBD Sumut 2018 Diproyeksikan Rp13,32 Triliun
INILAHMEDAN - Medan: Gubsu Tengku Erry Nuradi memproyeksikan APBD Pemprovsu 2018 sebesar Rp13,32 triliun. Jumlah ini naik dibanding 2017 sebesar Rp13,03 triliun.
“Tahun 2018 ini kita proyeksikan Rp13,32 triliun. Dengan catatan bahwa kewajiban terhadap bagi hasil kepada kabupaten/kota sampai tahun 2016 berhasil dipenuhi, selain untuk mendukung 10 prioritas nasional juga pencapaian 9 prioritas provinsi,” kata Erry Nuradi pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2017, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Sumut 2018 di Hotel Santika Medan, Selasa (18/04/2017).
Hadir pada Musrenbang itu Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung, anggota DPD RI Parlindungan Purba, Deputi Bidang Bappenas Leonard Tampubolon, Sestama Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Kemendagri Hadi Prabowo, FKPD dan SKPD Provsu, FKPD dan SKPD kabupaten/kota dan sejumlah bupati/walikota se-Sumut.
Seperti diketahui, dalam rencana kerja 2018 telah disepakati beberapa prioritas nasional. Di antaranya pendidikan, kesehatan, perumahan dan pemukiman, pengembangan dunia usaha dan pariwisata, ketahanan energi, ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, infrastruktur, konektivitas dan kemaritiman, pembangunan wilayah dan politik, hukum, pertahanan dan keamanan.
Sedangkan 9 pencapaian prioritas provinsi, pertama, peningkatakan kehidupan beragama, penegakan hukum, penguatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governace) pelayanan publik dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Kedua, peningkatan aksessibilitas dan kualitas pendidikan. Ketiga, peningatan aksessibilitas dan pelayanan kesehatan. Keempat, peningkatan pengusahaan ilmu pengetahuan, penerapan teknologi, inovasi dan kreatifitas daerah. Kelima peningkatan infrastruktur, pengembangan wilayah, mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan hidup mendukung daya saing perekonomian.
Keenam, peningkatan ekonomi kerakyatan, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat miskin. Ketujuh, perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat miskin. Delapan, peningkatan produksi, produktifitas dan daya saing produk pertanian, kelautan dan perikanan. Dan sembilan, mendukung dan mendorong kebijakan nasional daerah.
“Musrenbang ini merupakan momentum penting yang merupakan tahun kelima atau tahun akhir dari RPJMD Provsu tahun 2013-2018 dengan visi menjadi provinsi yang berdaya saing menuju Sumatera Utara sejahtera,” katanya. (bsk)
