|

Jenguk Bayi Ditinggal Pergi Ibunya, Mata Wali Kota Berkaca-kaca


INILAHMEDAN - Medan: Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, menjenguk bayi berusia dua bulan di RSUD dr Pirngadi Medan yang ditelantarkan orang tuanya, Selasa (06/10/2016).

Bayi malang berjenis kelamin laki-laki ini sebelumnya ditemukan salah seorang petugas medis di dekat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.

Rasa iba langsung terpancar di wajah Wali Kota begitu melihat sang bayi yang kini dirawat di rumah sakit itu. Wali Kota kemudian menghampiri sang bayi. Bayi itu tengah tidur lelap di kotak bayi.

Selanjutnya Wali Kota mengendong dan memeluknya. Bayi itu diselimuti kain pajang batik coklat. Bayi dengan berat lebih kurang 3,8 kg dan panjang 52 cm tidak terbangun. Kemudian Wali Kota menciumnya dengan penuh rasa kasih sayang.

Kemudian Wali Kota meletakkan kembali bayi itu di tempatnya semula. Bayi itu masih terlelap. Tampaknya, perawatan dan kasih sayang yang diberikan para petugas medis di rumah sakit itu membuat bayi merasa nyaman.

Bayi itu pertama kali ditemukan, menurut salah seorang petugas medis, terus menangis. Bayi itu berada di dalam kotak kardus. Di samping  bayi ditemukan tas berisi beberapa potong pakaian, botol susu dan susu

bubuk bayi. Sehelai kertas juga ditemukan di samping bayi. Kertas itu bertuliskan agar penemuan bayi ini tidak dilaporkan kepada polisi.

“Ibu bayi itu dalam tulisannya berharap agar siapa yang menemukan bayinya agar sudi merawat seperti anak sendiri. Bagi yang bersedia merawat bayinya, si ibu mendoakan agar dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT. Dari tulisan yang disampaikan, apa yang dilakukan sang ibu (meletakkan bayinya) di RSUD dr Pirngadi Medan akibat kemiskinan hidup," jelas salah seorang pegawai rumah sakit.

Usai mendengar penjelasan pegawai tersebut, Wali Kota terlihat prihatin. Namun Wali Kota bersyukur karena bayi malang itu ditemukan dalam kondisi sehat.

"Kejadian ini terjadi mungkin akibat ketidakpercayaan diri sang ibu karena kondisi ekonominya yang sulit. Kita sangat prihatin. Namun Alhamdulillah, ada salah seorang dokter yang menyatakan keinginannya untuk mengasuh bayi ini,” kata Wali Kota dengan mata berkaca-kaca.

Rasa iba Wali Kota akan masa depan bayi itu berkurang setelah dr Zalvina Kora, spesialis THT, menyatakan kesediaannya menjadi ibu asuh sang bayi. Ditambah lagi dokter yang bersangkutan diketahui juga memiliki sejumlah anak asuh. Meski demikian, Wali Kota menyatakan tetap bertanggung jawab atas bayi tersebut.

“Saya akan ikut mengontrol bayi ini nantinya. Apabila ada yang diperlukan, insya Allah saya siap membantunya,” ujar Wali Kota.

Sementara itu, dr Zalvina Kora, yang ditemui ikut mendampingi Wali Kota menjenguk sang bayi, menyatakan, keinginannya menjadi ibu asuh murni karena iba sehingga mendorong dirinya untuk merawat seperti anak sendiri.

“Ada beberapa anak asuh saya. Mereka saya asuh karena tidak ada orang tuanya lagi. Seluruh anak asuh itu saya asuh seperti anak bkandung sendiri, tidak ada perbedaan sedikit pun,” jelas Zalvina. (bsk)

Komentar

Berita Terkini