Pria Nias Tewas Disembelih, Leher Nyaris Putus
INILAHMEDAN - Tapsel: Sakri Edi Lase (45), tewas bersimbah darah. Lehernya digorok hingga nyaris putus. Jasad warga Kelurahan Pardomuan, Bukit Sawmil, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel, ini ditemukan di teras rumah warga, tak jauh dari kediamannya.
Saat ditemukan, ayah 5 anak asal Nias ini hanya menggunakan pakaian dalam. Adalah Mitaria Zega (30), wanita yang pertama kali menemukan mayat
Sakri. Didampingi suaminya, Otoli Gulo, Mitaria cerita, Minggu (07/02/2016) sekitar pukul 05.00 WIB, ia dan suaminya terbangun dan keluar rumah untuk melihat sepeda motor mereka di depan rumah.
Karena kondisi rumah gelap, Otoli yang sudah keluar lebih dulu meminta istrinya mengambil lampu dan mengatakan sepertinya ada orang di teras rumah mereka.
"Suami saya keluar lebih dulu, terus dia datang lagi dan mengatakan ada orang di depan rumah kami. Sepertinya sudah meninggal," ungkap Mitaria saat ditemui di kamar jenazah RSUD Kota Padangsidempuan.
Setelah melihat dan memastikan mayat tersebut, Otoli langsung mengabarkan kepada warga yang lainnya.
"Saat itu kami sudah ketakutan," katanya.
Mitaria mengaku, sebelum mayat Sakri ditemukan, malamnya dia dan keluarga tidak mengetahui ada tanda-tanda keributan dan lainnya.
"Soalnya malam itu hujan deras, dan jam 8 malam kami juga sudah tidur," terang warga Lorong Gereja, Lingkungan III, Kelurahan Pardomuan Angkolas Selatan, Tapsel, ini.
Sementara, keterangan yang didapat dari Otisa Halawa (25), istri korban, pagi suaminya izin untuk pergi ke Padangsidempuan guna menemui tokenya.
"Jumat pagi kemarin, suami saya izin mau pergi ke Sidimpuan. Katanya mau jumpain tokenya yang punya kebun sawit tempatnya bekerja. Biasanya setiap
seminggu sekali suami saya dapat uang (gaji-red) dari tokenya," ujarnya dan mengaku toke yang dimaksud bermarga Tanjung.
Begitu mendapat kabar kematian suaminya, Otisa sangat terpukul. Seba ia mengetahui selama ini suaminya tidak mempunyai musuh atau masalah dengan orang lain. Baik di tempatnya maupun di luar.
"Selama ini suami saya kerja bagus-bagus. Saya juga tidak tahu siapa dan mengapa sampai suami saya dibuat seperti itu," terangnya dan menduga pria yang sudah memberinya 5 anak itu dibunuh orang dekatnya.
Hal yang sama juga diutarakan, Tolina Halawa (23). Sepengetahuannya, abang iparnya itu sudah biasa pergi ke Padangsidempuan dan setiap pulang selalu membawa uang hasil upahnya bekerja.
"Biasanya setiap dia pulang dari Sidempuan selalu membawa uang antara Rp3 juta sampai Rp4 juta. Tapi saat kami temukan, kondisinya juga tanpa pakaian dan tas beserta isinya juga tidak ada," ujarnya dan mengaku satu teman korban diketahui tidak bersama dengannya.
Pantauan di RSUD Kota Padangsidempuan, jenazah Sakri sedang diperiksa petugas. Luka robek di bagian lehernya yang terlihat menganga dan nyaris putus namun sudah dijahit para petugas medis.
"Luka di bagian leher, tangan kanan bagian atas dan bagian bawah ketiak sebelah kanan," ungkap petugas medis.
Kasat Reskrim Tapsel AKP Jama K Purba yang turunlangsung melihat kondisi mayat bersama beberapa personilnya saat dikonfirmasi belum dapat memberikan keterangan yang pasti terkait penemuan mayat tersebut.
"Maaf belum bisa kita kasih keterangan, kami masih lakukan penyidikan dan memintai keterangan dari saksi," tukasnya. sbr
