|

Dijanjikan Jadi Bidan RSU Pirngadi, Perempuan Ini Ditipu Basuki


INILAHMEDAN - Medan: Satu Lagi korban penipuan yang dilakukan M Basuki (31), warga Jalan Kiwi, Gang 1, Kelurahan Sei Sikambing, Medan Sunggal. Sri Nita Pulina Beru Sitepu (29) warga Desa Penen, Kecamatan Biru Biru, Deliserdang, melapor ke Polsek Delitua, Selasa (02/02/2016) lantaran tertipu jutaan rupiah setelah dijanjikan pekerjaan di RSU Pirngadi Medan.

Ditemui wartawan di kantor polisi, Sri Nita didampingi suaminya Riski Tarigan serta Plt Kepala Desa Penen, Elia Rosa Bangun. Cerita Nita, penipuan yang dialaminya berawal pada Januari lalu. Pelakunya M Basuki bersama istrinya Tia Minah. Waktu itu pasangan suami istri ini mendatangi rumah Sri Nita yang membuka praktek bidan.

Lalu Basuki menjanjikan bisa memasukan Sri Nita menjadi bidan RSU Pringadi di Jalan HM Yamin Medan. Sebagai persyaratan, Sri Nita diminta untuk melengkapi berkas lamaran agar secepatnya diajukan.

Tergiur dengan ucapan Basuki, Sri Nita dan suaminya melengkapi semua persayaratan yang dikatakan Basuki. Begitu berkas sudah di tangan Basuki, beberapa minggu kemudian atau tepatnya Selasa (26/01/2016), Basuki menelepon Sri Nita agar menjemput SK pengangkatannya di Medan.

Namun begitu sampai di Delitua, Sri Nita diminta untuk mentransfer uang sebesar Rp3 juta ke rekening BRI milik Basuki untuk menebus SK tersebut. Yakin dengan ucapan Basuki, Sri Nita bersama suaminya kemudian menstransfer uang yang diminta dari Bank BRI yang berada di Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua.

"Begitu uang aku transfer, hape Basuki sudah tidak aktif lagi. Belakangan baru kami tahu kalau Basuki itu ternyata penipu," kata Sri Nita.

Sementara itu plt Kepala Desa Penen, Elia Rosa Bangun, mengatakan, penipuan yang dilakukan Basuki juga dialami puluhan warganya. Bahkan kepala desa dan perangkat desa juga ikut menjadi korban penipuan. Hal itu terjadi pada awal tahun kemarin ketika desanya merayakan tahun baru dengan menggelar acara hiburan perkolong-kolong.

"Saat itu Basuki berjanji membantu panitia penyelenggara sebesar Rp3 juta. Kami sangat gembira ketika itu. Oleh karena itu, perangkat desa dan panitia menyerahkan kain kebesaran adat Karo 'uis gara' kepada Basuki saat dia memberi arahan di atas pentas. Katanya dia selaku Kasi di Biru Umum Pemprovsu dan menyampaikan salam dari Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Ery Nuradi kepada semua hadirin yang hadir dalam acara tersebut," kata Elia Rosa.

Mirisnya, begitu turun dari pentas, Basuki cuma menyerahkan uang Rp150 ribu. Sementara yang dijanjikan sebanyak Rp3 juta. Di sisi lain, harga 'uis gara beka buluh' yang diserahkan warga dibeli dengan harga Rp300 ribu.

"Awalnya kami memang meyakini kalau di bekerja sebagai PNS dan menjabat sebagai Kabiro Umum Pemprovsu seperti dikatakannya selama ini. Tak taunya penipu," bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Delitua, Kompol Daniel Marunduri, melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban.

"Laporanya masih kita proses. Sampai saat ini dua orang yang menjadi korban penipuan telah membuat laporan," katanya. Na
Komentar

Berita Terkini