![]() |
| Hari ketiga tim SAR gabungan perluas pencarian dua anggota Polres Katingan yang hilang di wilayah Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Sabtu (04/07/2026) pagi. (foto: kumparan) |
Kalimantan Tengah (Kalteng) mengungkap penyebab meninggalnya Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra, Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana dan Aiptu Anumerta Sumaryanto saat menggerebek bandar narkoba di Adesq Tumbang Kalemei, Kec Katingan Tengah, Kab Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis (02/07/2026). Ketiganya anggota Satres Narkoba Polres Katingan.
Jasad Briptu Nopandri dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan mengapung di sungai. Saat ditemukan, tubuh keduanya dipenuhi luka akibat senjata tajam dan tembakan.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan anggotanya telah lama memantau lokasi diduga persembunyian bandar narkoba. Mereka kemudian melakukan penangkapan.
Saat itu keluarga dan rekan bandar narkoba diduga melakukan provokasi dengan meneriaki polisi sebagai perampok.
"Masyarakat di situ, keluarga yang menjadi target dan pelaku lain memprovokasi dengan teriakan 'perampok', mengeluarkan senjata tajam, api panjang, sehingga terjadi keributan," kata Iwan saat konferensi pers seperti dilansir Kumparan, Selasa (07/07/2026).
Melihat situasi yang semakin memanas, anggotanya memutuskan mundur. Tapi di depan mereka sudah ada kelompok bandara narkoba yang menghadang. Polisi kemudian mundur ke tepi sungai dan sempat bertahan dari serangan kelompok tersebut.
"Anggota memutuskan mundur karena khawatir ada korban, baik dari anggota maupun masyarkat. Mereka ke sungai karena di depan sudah ada kelompok (bandar). Mereka memutuskan terjun ke sungai, sempat menepi, dan si situ ada luka-luka. Serangan terus dilakukan pelaku, hingga anggota akhirnya memutuskan terjun ke sungai," ucapnya.
Menurut Iwan, saat itu ada dua anggotanya yang ditangkap kelompok bandar narkoba. Keduanya kemudian diduga disiksa hingga tewas sebelum jasadnya dibuang ke sungai.
"Ada anggota kami yang diamankan pelaku. Ini anggota kami yang gugur. Saat ini kami fokus pada penegakan hukum," katanya.l.(imc/***)
