-->
    |

Kadisdik Batubara: Masa Pendemi Butuh Kesabaran Orang Tua Dampingi Anak Belajar di Rumah



INILAHMEDAN - Batubara: Pemerintah pusat melalui Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kemendikbud Jumeri mengatakan semua punya tanggung jawab yang sama dalam mengelola satuan pendidikan maupun lembaga pendidikan.

"Ditambah lagi niat dan semangat kita untuk memberikan pendidikan yang relevan dan berkualitas tinggi, merata, berkelanjutan dan didukung insfrastruktur dan teknologi," kata Jumeri saat membuka Rakor Singkronisasi Program Sekolah Dasar Pusat dan Daerah melalui Virtual dari Kemendikbud RI -Jakarta, Senin  (12/10/2020).


Menurut Jumeri, tolak ukur dalam pembangunan bidang pendidikan adalah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang sebagian berbunyi  “Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa”. 

"Itulah yang menjadi titik tolak kita dalam pembangunan bidang pendidikan," paparnya.


Beberapa permasalahan pendidikan yang ada, kata dia, adalah masih rendahnya Angka Pertisipasi Kasar (APK), khusunya PAUD dan Perguruan Tinggi.

Sementara Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud Sry Wahyuningsih dalam paparannya membahas tugas, fungsi dan peran Direktorat Sekolah Dasar dalam membangun Sekolah Dasar.


Kadisdik Batubara Ilyas Sitorus yang juga sebagai salah satu pembicara pada Webinar tersebut menyampaikan terkait pembelajaran di masa Pandemi Covid-19. Menurut Ilyas, semasa pandemi ini, suka tidak suka, mau tidak mau PJJ/BDR apakah during, luring maupun kombinasi dari keduanya merupakan solusi dalam membantu anak-anak dalam belajar.


Oleh karenanya, kata Ilyas, butuh kesabaran, butuh kemauan yang kuat bagi semua termasuk orangtua dalam mendampingi anaknya dalam belajar di rumah.

"Kita tidak berharap si anak dibentak walaupun hanya dalam waktu 1 menit, lalu disakiti dengan dengan pukulan hanya dalam 1 detik, kemudian kita bisa menyesal selama lebih 10 jam dan parahnya lagi butuh waktu panjang dan bahkan seumur hidup untuk menyembuhkannya ingatan si anak atas sikap kita,” jelas Ilyas.


Menurut dia, Kabupaten Batubara memastikan peserta didik semasa pandemik tetap mendapatkan pendidikan dan pengajaran baik melalui PJJ/BDR maupun tatap muka.


PJJ adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instruktur/guru berada di lokasi yang brrbeda atau terpisah. Dengan demikian memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.(imc/rel)


Komentar

Berita Terkini