|

Indeks Harga Saham Gabungan Bergerak Positif

Ilustrasi

INILAHMEDAN - Medan: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level tertinggi yakni 5.967 dan level terendah berada di 5.928. Hari ini IHGS bergerak di teritori positif dan ditutup menguat 0,2 persen atau naik 12,2 poin di level 5.946.

Analis keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, mengemukakan hal itu, Kamis (26/07/2018).

"Tak hanya itu, sejak ditetapkan Bursa Efek Indonesia 5 saham baru masuk ke dalam grup LQ-45 juga memberikan kinerja yang baik dan menguat," sebutnya.

Lima saham tersebut, kata Gunawan, PT Bukit Sentul Tbk (BKSL), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Indah Kiat Pulp (INKP), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Medco Energi International (MEDC).

"Saham-saham yang tergabung dalam IDXBUMN20 mengalami penguatan sebesar 1 persen. Penguatan ini ditopang oleh saham perbankan yang mengalami penguatan," sebutnya.

Sedangkan saham-saham yang keluar dari LQ-45, kata dia, adalah PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Hanson International Tbk (MYRX), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM). Setelah Rilis data ini dikeluarkan BEI, saham-saham ini pun turut mengalami penurunan.

IHSG dalam sepekan ini sedikit demi sedikit mengalami penguatan dan mencoba kembali menembus level 6000. harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia pun juga mulai mengalami perbaikan setelah beberapa bulan lalu mayoritas saham tertekan akibat gejolak ekonomi global.

Di sisi lain, sambungnya, rupiah kembali menguat terhadap dolar AS. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.455. Penguatan ini disambut baik oleh sejumlah pihak setelah rupiah terdepresi cukup dalam 2 hari terakhir yakni hingga ke level Rp14.539.

"Meski demikian, saat ini pasar masih menunggu hasil pertemuan Amerika Serikat dengan Presiden Komisi Eropa terkait dengan perdagangan khususnya tarif ekspor mobil Eropa ke AS," katanya.

Tak hanya itu, ledakan bom yang terjadi di Kedubes AS yang berada di China juga kini menjadi sorotan dunia dan belum ada konfirmasi khusus oleh AS maupun China terkait kejadian ini.

"Kita harapkan dengan kejadian ini tidak memperburuk hubungan AS dengan China," katanya. (imc/fat)

Komentar Anda

Berita Terkini