|

Perobatan Pegawai Dispar Ditanggung BPJS Sampai Sembuh, Biaya Saat Ini Rp1,4 Miliar

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menjenguk Rafida Nadia Lubis, pegawai honorer Dinas Pariwisata Medan yang mengalami kecelakaan dan telah dirawat di RS Siloam sejak 11 Januari 2018. (foto: ist)

INILAHMEDAN - Medan: Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menjenguk Rafida Nadia Lubis di ruang ICU RS Siloam Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (25/04/2018). Pegawai honorer Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan itu sudah tiga bulan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut akibat kecelakaan lalu lintas.

Musibah kecelakaan itu dialami Rafida ketika hendak menuju Dinas Pariwisata Kota Medan di Jalan Prof HM Yamin Medan. Akibat kecelakaan tersebut, Rafida menjalani perawatan di RS Siloam sejak 11 Januari 2018.

Biaya perawatannya sampai saat ini mencapai Rp1,4 miliar. Walaupun biaya perawatannya sangat tinggi, namun Rafida beserta keluarga masih bisa tenang dan bernafas lega.

Sebab Pemko Medan telah mendaftarkan seluruh pegawai honorernya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, termasuk Rafida. Seluruh biaya perawatan Rafida ditanggung BPJS Ketenagakerjaan.

Didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Medan Kota Bambang Utama, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan HM Husni dan Kadis Tenaga Kerja Hanalore Simanjuntak, Wali Kota berpesan agar Rafida dan keluarga sabar dalam menghadapi ujian yang diberikan Tuhan.

“Ini semua cobaan dari Allah SWT. Saya minta kepada Rafida dan keluarga sabar dan tawakal menghadapi cobaan yang cukup berat ini," pesan Wali Kota memberikan semangat dan motivasi kepada Rafida beserta keluarga.

Kata Wali Kota, tidak hanya Rafida, seluruh pegawai honorer yang berada di lingkungan Pemko Medan telah didaftarkan sebagai peserta BPJS baik kesehatan maupun tenaga kerja.


Wali Kota menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada BPJS Ketenagakerjaan, khususnya Kantor Cabang Medan Kota karena langsung menangani Rafida begitu mengalami kecelakan kerja. Kecepatan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan itu tentunya akan memotivasi sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman pegawai honorer di lingkungan Pemko Kerja dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Sementara itu ayah Rafida, Ispandiari, yang berada di ruang ICU mendampingi putrinya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wali Kota termasuk mendaftarkan anaknya menjadi peserta BPJS.

Jika anaknya tidak terdaftar, pensiunan pegawai Pemko Medan itu mengaku tidak tahu bagaimana mencari uang untuk membayar biaya perawatan putrinya.

Ispandiari menjelaskan anaknya menjadi pegawai honor di lingkungan Pemko Medan sejak 2012 lalu. Mulanya di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata namun setelah terjadi perubahan struktur organisasi di lingkungan Pemko Medan, anaknya kemudian di tempatkan di Dinas Pariwisata. Sedangkan insiden kecelakaan terjadi ketika putrinya hendak berangkat kerja pada Selasa, 9 Januari 2018.

Kecelakaan yang menimpa Rafida terjadi di samping Masjid Raya Medan. “Anak saya ditabrak bus yang mengantar penumpang dari Medan ke Bandara Kualanamu. Kecelakaan itu menyebabkan putri saya mengalami patah tulang rusuk," ungkap Ispandiari.

Kasus kecelakaan tengah disidangkan di pengadilan. Dia berharap hasil sidang akan memberikan keputusan yang seadil-adilnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Medan Kota Bambang Utama mengatakan seluruh pegawai honorer di lingkungan Pemko Medan yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan akan ditanggung sepenuhnya biaya perawatan sampai sembuh apabila mengalami kecelakaan kerja, termasuk Rafida Nadia Lubis.

Menurut Bambang, biaya perawatan Nadia di RS Siloam sampai saat ini mecapai Rp1,4 miliar. Biaya itu sepenuhnya akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Apabila sampai sembuh nanti biaya perawatan Nadia mencapai Rp4 miliar, tetap kita tanggung. Intinya, kita menanggung seluruh biaya Nadia sampai sembuh. Penanggungan yang kita lakukan unlimited," katanya.

Kata Bambang, BPJS Ketenagakerjaan juga akan membayar gaji Nadia apabila setelah ke luar rumah sakit masih belum bisa masuk kerja karena harus menjalani perawatan. Dijelaskan Bambang, 6 bulan pertama, pihaknya akan membayar gaji penuh 100 persen, sebesar yang diterima setiap bulan di Dinas Pariwisata.

Setelah 6 bulan pertama belum juga sembuh dan masuk kerja, BPJS Ketenagakerjaan akan membayar gaji Rafida 6 bulan kedua sebesar 70 persen. "Setelah 6 bulan kedua belum juga sembuh dan masuk kerja, maka kita akan membayar gajinya sebesar 50 persen. Pembayaran gaji sebesar 50 persen ini akan kita lakukan sampai Rafida sembuh dan masuk kerja kembali,” jelasnya.

Saat ini, terang Bambang, tercatat 11.181 orang pegawai honorer atau non ASN di lingkungan Pemko Medan yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan perincian pegawai non ASN di OPD sebanyak 8.844 orang, kepala lingkungan sebanyak 2001 orang, serta 336 orang non ASN yang bekerja di 21 kecamatan di Kota Medan. (imc/bsk)
Komentar

Berita Terkini